Romelu Lukaku, striker Chelsea, menolak memberikan wawancara kepada media Belgia selama Euro, yang memicu reaksi keras dari pers dan penggemar. Mantan kepala komunikasi Anderlecht, David Steven, memberikan pembelaan atas keputusan Lukaku yang kontroversial ini. BK8

Steven menjelaskan bahwa ketika Lukaku masih muda di Anderlecht, ia sering menanggapi permintaan media dan terbuka terhadap bimbingan. Namun, seiring berjalannya waktu, Lukaku telah menjadi pengendali penuh kariernya sendiri. Menurut Steven, Lukaku kini adalah “master dalam karirnya sendiri” yang tidak lagi memerlukan media untuk membangun citra dirinya.

Baca Juga

Lukaku percaya bahwa prestasi di lapangan adalah yang utama, dan tidak merasa perlu mencari perhatian melalui media. Sikap ini mungkin terdengar tidak sopan bagi sebagian orang, tetapi bagi Lukaku, fokus utamanya adalah permainan dan kontribusinya untuk tim.

Steven menegaskan bahwa pendapat dunia luar tidak mengganggu Lukaku. “Apa yang dipikirkan dunia luar tidak mengganggunya,” ujarnya. Lukaku selalu menetapkan standar yang sangat tinggi untuk dirinya sendiri dan merasa bertanggung jawab penuh atas pencapaiannya.

Rasa tanggung jawab yang besar ini membuat Lukaku selalu berusaha mencapai yang terbaik. Ketika menghadapi kegagalan, ia memutuskan sendiri bagaimana menghadapinya, menunjukkan kematangan dan keteguhan dalam kariernya. Ini adalah ciri khas dari mentalitas juara yang dimiliki oleh Lukaku.

Keputusan Lukaku untuk menolak media mungkin kontroversial, tetapi itu adalah bagian dari strategi pribadinya untuk menjaga fokus dan tetap berprestasi. Baginya, yang terpenting adalah apa yang ia lakukan di lapangan, bukan bagaimana media memprofilkan dirinya.

Baca Juga

Dalam pandangan Steven, sikap ini menunjukkan integritas dan profesionalisme Lukaku dalam mengelola kariernya. Ia tetap setia pada prinsip-prinsipnya dan tidak terpengaruh oleh tekanan eksternal, menjadikannya salah satu striker terbaik yang dihormati karena bakat dan dedikasinya.